Studi Buktikan Pil KB Pria Aman dan Efektif

Studi Buktikan Pil KB Pria Amandan Efektif

Selama ini, tanggung jawab untuk aktif mengikuti program keluarga berencana sering kali jatuh pada tangan wanita. Sebagian dari alasannya adalah terbatasnya kontrasepsi untuk pria. Namun, hal itu bisa berubah dengan semakin dekatnya pil KB pria untuk dijual di pasaran.

Sebuah studi baru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society menunjukkan bahwa pil KB pria yang bernama dimethandrolone undecanoate atau DMAU aman dan efektif.

Para peneliti menemukan konklusi tersebut setelah melakukan uji coba selama sebulan dengan 83 pria sebagai partisipan.

Dalam uji coba tersebut, para pria diberi plasebo atau salah satu dari tiga dosis DMAU untuk dikonsumsi sekali dalam sehari selama 28 hari.

Ternyata, pada dosis 400 miligram atau yang tertinggi, terjadi penurunan terhadap testosteron dan dua hormon lainnya yang dibutuhkan pria untuk memproduksi sperma. Penurunan ini serupa dengan alat kontrasepsi jangka panjang.

Menurut penulis studi Dr Stephanie Page yang juga profesor obat-obatan di University of Washington, DMAU memiliki struktur serupa dengan pil KB untuk wanita.

Obat ini dikembangkan oleh National Institutes of Health, lembaga utama pemerintah Amerika Serikat yang menangani riset-riset biomedis dan kesehatan publik.

“DMAU adalah langkah penting dalam pengembangan pil KB pria yang dimakan sekali dalam sehari. Banyak pria berkata bahwa mereka lebih memilih pil harian sebagai kontrasepsi jangka pendek, daripada suntikan atau gel yang efeknya jangka panjang,” ujar Page dalam siaran pers, seperti dikutip oleh Time, Senin (19/3/2018).

Selama ini, pil KB untuk pria merupakan teka-teki besar yang harus dipecahkan oleh para peneliti farmasi. Pasalnya, pil KB untuk pria sering kali ditemukan merusak hati atau tidak efektif karena dikeluarkan oleh tubuh terlalu cepat.

Namun, pil DMAU ini mengandung asam lemak rantai panjang sehingga bisa bertahan lebih lama di tubuh.

Hasil penelitian juga menemukan bahwa obat ini, bahkan pada dosis tertingginya, tidak mengganggu fungsi hati atau ginjal.

Lalu menurut para peneliti, hanya sedikit partisipan yang menunjukkan gejala kekurangan atau kelebihan testosteron yang sering dialami oleh pengguna alat kontrasepsi jangka panjang.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan sebelum DMAU bisa dilepas ke pasaran. “Studi jangka panjang sedang dilakukan untuk mengonfirmasi apakah penggunaan DMAU setiap hari benar-benar memblokir produksi sperma,” kata Page.

Spesies Badak yang Akan Menysusul Kepunahan Badak Putih

Spesies Badak yang Akan Menysusul Kepunahan Badak Putih

Selasa (20/3/2018), pusat konservasi hewan di Kenya mengumumkan satu dari tiga ekor badak putih terakhir di dunia mati.

Diberitakan tim dokter hewan dari balai konservasi OI Pejeta terpaksa menyuntik mati badak putih jantan bernama Sudan.

Alasannya, badak yang berusia 45 tahun itu hidup dengan berbagai komplikasi penyakit.

Terkait dengan matinya badak putih jantan terakhir di dunia, ada beberapa spesies badak yang terancam punah.

Konservasi badak, Save the Rhino, memperkirakan ada 500.000 badak di seluruh Afrika dan Asia pada awal abad ke-20. Jumlah itu kini kian menyusut. Tinggal menyisakan 29.000 badak di alam liar.

Ancaman perburuan liar dan hilangnya habitat adalah alasan di balik kepunahan ini.

Sementara itu, International Union dor Conservation of Nature's Red List of Threatened Species memiliki catatan yang lebih detail.

1. Badak hitam, meliputi badak Sumatera dan Jawa. 
Spesies ini berstatus sangat terancam punah. Ada 5.055 badak hitam, di antara itu hanya menyisakan kurang dari 100 badak Sumatera dan badak Jawa hanya sekitar 35 sampai 44 ekor.

2. Badak bercula satu. 
Spesies ini statusnya rentan punah, artinya mereka bisa terancam punah kecuali keadaan membaik. Beruntung populasi badak bercula satu meningkat. Menurut IUCN, pada 2007 diperkirakan ada 2.575 ekor dan sekarang jumlahnya ada 3.333 ekor.

3. Badak putih
Spesies ini berstatus hampir terancam punah, artinya mereka dapat terancam punah dalam waktu dekat. Badak putih selatan jumlahnya ada 20.405 ekor. Sementara badak putih utara baru saja dinyatakan punah di alam liar.

Badak putih utara hanya tinggal dua ekor di dunia. Menurut WWF, keduanya adalah betina dan tinggal di penangkaran. Namanya Najin dan Fatu.

Dilansir Live Science, Selasa (20/3/2018), keduanya tidak mungkin bisa hamil. Najin terlalu tua dan memiliki masalah pada kaki yang mustahil untuk menopang berat badak jantan. Fafu memiliki masalah rahim yang membuatnya tidak dapat berkembang biak.

Para ahli pernah mengupayakan fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung untuk melestarikan badak putih utara. Namun, program ini memiliki tantangan yang belum terpecahkan, seperti mendapatkan telur yang belum matang berkembang di luar tubuh betina dan juga bagaimana menyuntikkan sperma ke dalam telur.

Tanduk Badak

Salah satu hal yang dicari oleh pemburu badak liar adalah tanduknya. Jumlah tanduk badak tergantung jenisnya, ada yang memiliki dua dan ada yang hanya punya satu tanduk.

Tanduknya dipercaya dapat digunakan sebagai obat, kadang juga hanya dijadikan pajangan.

Tanduk badak terbuat dari keratin. CT Scan menunjukkan tanduknya memiliki kandungan mineral kalsium dan melanin yang padat. Menurut ilmuwan dari Universitas Ohio, kalsium membuat tanduk lebih kuat dan melanin melindunginya dari sinar UV matahari.

"Tanduk badak cenderung melengkung ke belakang karena keratin di deoan tumbuh lebih cepat daripada keratin di belakang," kata Tobin Hieronymus kepada Live Science.

Badak hitam, badak putih, dan badak Sumatera masing-masing memiliki dua tanduk. Sedangkan badak Jawa dan badak bercula satu hanya memiliki satu tanduk.

Habitat

Badak putih dan badak hitam hidup di padang rumput di Afrika timur dan Afrika selatan. Badak bercula satu dapat ditemukan di rawa atau hutan hujan wilayah India utara dan Nepal bagian selatan. Sedangkan badak Sumatera dan badak Jawa hanya ditemukan di rawa atau wilayah hutan hujan Malaysia dan Indonesia.

Diwartakan National Geographic, sepanjang hari yang dilakukan badak adalah merumput, tidur, atau berendam di lumpur. Berendam di lumpur dapat mencegahnya dari serangga dan lumpur merupakan tabir surya alami.

Mereka adalah hewan herbivora. Jenis tumbuhan yang dimakan pun bervariasi tergantung spesiesnya. Setiap spesies badak memiliki bentuk moncong yang berbeda untuk mengakomodasi berbagai jenis makanan.

Badak hitam misalnya, akan makan buah atau daun dari pohon yang tinggi karena mereka mmiliki moncong yang panjang. Ini berbeda dengan badak putih yang memiliki moncong datar. Makanan badak putih adalah rumput.

Fakta unik

Meski badak lebih sering menyendiri, mereka bergaul dengan burung Oxpecker.

Burung kecil ini suka bertengger di punggung badak dan mencari kutu yang ada di kulitnya. Burung ini pun disebut dapat memberi sinyal ke badak jika ada bahaya.

Sekitar 10.000 tahun lalu, ada spesies badak yang disebut badak wol. Fosil mereka ditemukan di kawasan Eropa dan Asia.

Menurut International Rhino Foundation, manusia purba memburu hewan ini yang dibuktikan dengan gambar lukisan di dinding gua Perancis 30.000 tahun lalu.

 
Powered by Blogger