Informasi Masa Kini | 2020

Sabtu, 30 November 2019

Pentingnya Konsumsi Air Le Minerale untuk Ibu Hamil


Pentingnya Konsumsi Air Le Minerale untuk Ibu Hamil

Saat sedang mengandung, ibu hamil tentu membutuhkan banyak air Le Minerale. Mengubah pola hidup yang awalnya kurang teratur ke arah lebih sehat harus dilakukan saat kehamilan berlangsung. mata air Le Minerale sangat cocok untuk ibu yang harus menjaga kesehatannya selama mengandung.

Meminum air Le Minerale itu penting banget untuk tubuh, baik yang sedang dalam masa kehamilan ataupun tidak. Namun, disaat masa kehamilan memang perlu ditingkatkan kebiasaan meminum air mineral. Tujuannya agar fungsi tubuh kamu selama hamil bisa tetap berjalan normal.

Air putih akan menolong tubuh terlepas dari dehidrasi lantaran tiap-tiap sel pada badan memperoleh supply air yang baik hingga berperan dengan maksimal. Sebenarnya apa aja ya manfaat air Le Minerale untuk masa kehamilan? Yuk, simak beberapa rangkuman di bawah ini!

Memperlancar pencernaan
Ibu hamil itu bukan hanya membutuhkan vitamin dari makanan hingga sumplemen khusus saja, melainkan juga air mineral. Salah satu manfaat dari air mineral yaitu bisa memperlancar pencernaan saat masa kehamilan.

Beberapa ibu hamil pasti pernah memiliki masalah pencernaan seperti kesulitan buang air besar atau sembelit. Jika kamu juga merasa kesulitan yang sama, coba untuk diperbanyak lagi minum air mineral.

Dengan terbiasa cukup minum air mineral, air akan membuat semua kotoran yang tertahan di dalam tubuh bisa bergerak dengan lancar dan bisa mencegah wasir.

Mencegah dehidrasi
Dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu hamil. Apalagi untuk ibu hamil yang masih bekerja atau sibuk menjalani aktivitasnya, pasti kurang peduli dengan cairan di dalam tubuh mereka. Padahal sesibuk apapun itu, asupan makanan atau minuman ketika hamil harus tetap diperhatikan.

Dehidrasi selama masa kehamilan bisa menyebabkan mual, kram, pusing, perubahan tekanan darah, sembelit dan beberapa efek lainnya. Untuk memeriksa kamu mengalami dehidrasi atau tidak, bisa dideteksi dari air seni atau urin. Ketika warna urin terlihat gelap berarti kamu harus lebih sering minum air mineral lagi.

Mengurangi pembengkakan
Konsumsi air mineral yang cukup bisa mengeluarkan sodium dari tubuh dan mengurangi terjadinya edema. Edema atau pembengkakan yang terjadi selama masa kehamilan paling umum terjadi pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan.

Pembengkakan yang terjadi pasti akan membuat masa kehamilan terasa kurang nyaman. Kalau kamu ingin menghindari risiko itu dan menjaga kaki tetap terlihat normal, ada baiknya tetap menjaga air mineral di dalam tubuh.

Menjaga tingkat cairan ketuban
Masa kehamilan itu bukan hanya tentang ibu yang mengandung, melainkan juga anak dalam kandungannya. Jika kamu kurang memikirkan asupan sehari-hari pasti akan berdampak pada anak.

Si Kecil yang masih berada di dalam kandungan membutuhkan genangan air ketuban. Tujuannya agar bisa meringkuk dan berkembang di dalam rahim. Untuk itu dengan mengonsumsi cukup air mineral akan mempertahankan tingkat cairan ketuban yang tepat di dalam rahim.

Menjaga suhu tubuh tetap normal
Perubahan suhu tubuh saat hamil pasti akan terasa. Di saat masa kehamilan, suhu tubuh akan terasa lebih panas dan terkadang sulit untuk dikendalikan. Adanya kenaikan reproduksi hormon membuat aliran darah pada ibu hamil meningkat, sehingga menyebabkan suhu tubuh menjadi panas.

Selain itu, kekurangan air mineral dan aktivitas ibu hamil yang lebih banyak mengeluarkan tenaga juga bisa menjadi pemicunya. Untuk itu, sangat disarankan tetap mengonsumsi air mineral yang cukup saat masa kehamilan.

Jumat, 01 November 2019

Klasifikasi Golongan Obat di Pasaran dan Tempat Anda Bisa Beli Obat Sesuai Golongannya

Beli obat

Saat sakit, apa yang teringat di dalam benak Anda? Pastinya membeli obat yang biasa digunakan untuk menghalau penyakit tersebut. Obat tertentu bisa Anda beli sendiri tanpa resep dokter di apotek, toko obat ataupun mini market. Pastinya Anda juga sering langsung membeli obat batuk, obat flu atau obat sakit kepala di mini market tanpa harus memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan resep obatnya. Namun ada beberapa obat yang tidak bisa Anda beli sembarangan karena mengandung obat keras atau obat golongan psikotropika dan narkotika sehingga untuk mendapatkannya Anda harus memiliki resep dokter. Berikut ini adalah beberapa klasifikasi golongan obat dan dimana saja Anda bisa beli obat tersebut:

1. Obat Bebas
Obat bebas disebut juga obat OTC (On The Counter) yang bisa Anda beli dengan mudah. Anda bisa mendapatkan obat bebas ini di minimarket, apotek, toko obat atau di warung-warung. Obat yang tergolong Obat Bebas adalah obat yang memiliki bahan obat lebih aman dengan efek samping ringan. Obat ini memiliki logo berupa lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh Obat Bebas adalah Paracetamol sebagai obat anti demam, obat batuk dan obat flu.

2. Obat Bebas Terbatas
Obat Bebas Terbatas juga bisa Anda dapatkan dimana saja seperti pada golongan Obat Bebas. Namun dari segi kandungannya, obat ini memiliki komposisi yang lebih keras dibandingkan Obat Bebas. Pada Obat Bebas Terbatas, selain Anda akan melihat logo bulatan berwarna biru dengan garis tepi hitam, Anda juga bisa membaca peringatan tertentu sesuai dengan jenis atau sediaan obat tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis peringatan yang ada di Obat Bebas Terbatas:
  • P1: Awas! Obat Keras! Baca aturan pakainya.
  • P2: Awas! Obat Keras! Hanya untuk kumur jangan ditelan.
  • P3: Awas! Obat Keras! Hanya untuk bagian luar tubuh.
  • P4: Awas! Obat Keras! Hanya untuk dibakar.
  • P5: Awas! Obat Keras! Tidak boleh ditelan.
  • P6: Awas! Obat Keras! Obat wasir, jangan ditelan.


3. Obat Keras
Obat Keras merupakan golongan obat yang hanya dijual di apotek atau apotek rumah sakit dan hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung obat keras yang dikhawatirkan jika digunakan tanpa pengawasan bisa menyebabkan sakit yang lebih parah, penyalahgunaan obat bahkan kematian akibat salah dosis. Obat Keras memiliki logo bulat berwarna merah dengan garis tepi hitam dan di tengah logo terdapat huruf K yang menyentuh garis tepi.

4. Obat Psikotropika
Merupakan obat yang hanya bisa dibeli di apotek dengan memakai resep dokter. Golongan obat ini bisa memiliki efek mempengaruhi susunan saraf pusat sehingga memiliki kecenderungan untuk disalahgunakan hingga kecanduan dan kematian.

5. Obat Narkotika
Sama dengan psikotropika, obat Narkotika juga memiliki efek mempengaruhi sistem saraf pusat khususnya untuk menghilangkan rasa nyeri hebat. Obat ini juga memiliki efek ketergantungan sehingga hanya bisa dibeli menggunakan resep dokter dan penjualannya harus dicatat dan dilaporkan setiap bulannya oleh Apotek.

Itulah jenis-jenis penggolongan obat dan dimana Anda bisa beli obat sesuai dengan golongannya. Meski Obat Bebas atau Obat Bebas Terbatas bisa Anda beli tanpa resep dokter, namun jika penyakit yang diderita tak kunjung sembuh padahal Anda sudah mengkonsumsi obat tersebut selama 3 sampai 5 hari maka sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan obat lainnya yang lebih detail.