Kenali Lebih Jauh 4 Stasiun yang Ada di Kota Solo

Pada Minggu, September 27, 2020 | Berkomentar
Kenali Lebih Jauh 4 Stasiun yang Ada di Kota Solo
Sumber: www.heritage.kereta-api.id

Liburan ke Solo menggunakan kereta, pasti yang terlintas dalam pikiran Anda tujuan stasiunnya adalah Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Purwosari. Yah, dua stasiun itu memang paling populer di kalangan wisatawan. Tapi jangan salah, stasiun di Kota Solo bukan hanya itu saja, lho! Secara total ada empat stasiun di Kota Solo. Meski Kota Solo tak begitu besar, jumlah stasiun di kota ini lumayan banyak, lebih banyak dibandingkan kota atau kabupaten di Jawa Tengah lainnya. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih jauh mengenai jumlah, nama, dan sejarah stasiun di Solo. Tanpa berlama-lama lagi, langsung simak penjelasannya di bawah ini.

1. Stasiun Solo Balapan

Sumber: www.inibaru.id
 
Stasiun ini menjadi stasiun di Solo yang paling populer, apalagi sejak nama stasiun ini pernah dibuat lagu oleh Didi Kempot. Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun induk tertua dan terbesar di Kota Solo. Stasiun yang berlokasi di Kecamatan Banjarsari ini juga menjadi stasiun tertua di Indonesia. Solo Balapan sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1873.

Asal nama Solo Balapan di stasiun ini berasal dari lokasinya yang dulu merupakan lapangan pacuan kuda Balapan, pada masa Mangkunegara VII. Lokasi lapangan pacuan kuda tersebut dianggap paling cocok dan strategis untuk menjadi sebuah stasiun. Akhirnya, pacuan kuda tersebut diubah menjadi stasiun dengan masih mempertahankan nama Balapan.

Setelah stasiun ini berdiri, rel kereta api mulai dihubungkan dengan stasiun-stasiun di Kota Solo lainnya yang berada di titik-titik strategis. Titik-titik tersebut berada di Purwosari, Sriwedari, dan Jebres. Stasiun-stasiun tersebut terhubung secara langsung melewati tengah kota di Jalan Slamet Riyadi.

2. Stasiun Purwosari

Sumber: www.heritage.kai.id
 
Stasiun Purwosari atau biasa disingkat PWS merupakan stasiun kereta api kelas besar yang berlokasi di Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Lokasinya tidak jauh dari stasiun Solo Balapan, sekitar 15 sampai 30 menit waktu perjalanan. Stasiun ini dibangun pada tahun 1875 dan merupakan stasiun tertua kedua di Solo. Dalam proses pembangunannya, stasiun ini ditangani oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), sebuah perusahaan kereta api swasta pada zaman kolonial.

Stasiun ini menjadi stasiun percabangan jalur kereta api, antara arah Surabaya dengan Wonogiri. Jalur menuju Surabaya merupakan jalur primer, sementara jalur ke arah Wonogiri adalah jalur sekunder. Jalur kereta tujuan Purwosari-Sangkrah memiliki jalur yang cukup unik, karena berdampingan langsung dengan jalan raya. Dahulu, sepanjang jalur rute Purwosari-Sangkrah terdapat delapan halte pemberhentian yaitu Pesanggrahan, Ngadisuryan, Bando, Ngapeman, Pasar Pon, Coyudan, Kauman, dan Lojiwetan. Sayangnya, halte-halte tersebut kini sudah tidak beroperasi lagi.

3. Stasiun Solo Kota

Sumber: www.heritage.kai.id
 
Solo Kota adalah stasiun termuda di Kota Solo. Stasiun yang disingkat STA ini merupakan stasiun kereta api lintas kecil yang terletak di Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo. Inilah stasiun yang sering disebut masyarakat sebagai Stasiun Sangkrah. STA dibangun pada tahun 1922 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Stasiun kereta api ini berada di jalur lokal Purwosari-Wonogiri. Dahulu, rute yang ditempuh bisa sampai Kabupaten Wonogiri. Kini, sejak adanya pembangunan Waduk Gajah Mungkur, jalur kereta dari stasiun ini hanya sampai ke Kecamatan Wonogiri saja.

4. Stasiun Solo Jebres

Sumber: www.heritage.kai.id
 
Stasiun Solo Jebres merupakan stasiun kereta api kelas II yang berlokasi di Purwodiningratan, Jebres, Solo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +97 meter ini awalnya bernama Stasiun Solo Kraton atau Solo Kasunanan. Di dekat stasiun ini terdapat sebuah terminal peti kemas yang kini sudah tidak beroperasi. Solo Jebres memiliki tujuh jalur dengan dua jalur sebagai sepur lurus.

Dibangun pada tahun 1884 oleh Staatsspoorwegen (SS), stasiun ini dahulu menjadi stasiun besar untuk SS. Saat ini Stasiun Solo Jebres berstatus cagar budaya dari Pemerintah Kota Surakarta. Pada masa kolonial, ada jalur kereta mulai dari Gladak (depan Benteng Vastenburg) hingga Stasiun Solo Jebres. Jalur rel tersebut melingkar di dalam kota seperti yang ada di Jakarta. Sayangnya, jalur tersebut kini sudah hilang tertutup jalan, kini hanya ada jalur Purwosari-Solo Kota yang masih tersisa.

 
Itulah ulasan mengenai stasiun-stasiun yang ada di Kota Solo. Sangat menarik bukan? Secara keseluruhan, stasiun-stasiun yang ada di Kota Solo sudah dibangun sebelum kemerdekaan Indonesia. Bangunan-bangunannya pun cukup tua dan kental akan nilai sejarah.

Saat liburan di Kota Solo, jangan lupa telusuri lebih jauh mengenai sejarah dari destinasi-destinasi wisata yang Anda kunjungi. Hal tersebut akan memperkaya wawasan Anda tentang sejarah Indonesia. Anda juga bisa mengunjungi Wonderful Indonesia untuk mendapatkan informasi menarik lainnya mengenai Kota Solo maupun daerah di Indonesia lainnya.
Reaksi: